BOGOR FESTIVAL CAPGOME, KERJASAMA PEMKOT BOGOR DAN VIHARA DHANAGUN

BOGOR FESTIVAL CAPGOME, KERJASAMA PEMKOT BOGOR DAN VIHARA DHANAGUN

Perayaan Cap Go Meh 2014 dan Street Festival di Kota Bogor kembali akan digelar pada Jum’at 14 Februari mendatang. Event tahunan yang ke 14 kalinya ini akan menampilkan menampilkan beragam atraksi serta ritual budaya masyarakat Tionghua dengan melibatkan ribuan massa.

“Festival kali ini akan menampilkan sejumlah kebudayaan dari beberapa daerah seperti Tari Saman dari Aceh,” ujar Panitia Pesta Rakyat Cap Go Meh 2014, Arifin Himawan, Selasa (11/2/2014)

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kata Arifin, selain melibatkan lebih banyak orang, juga beragam acara sebelum parade berlangsung telah digelar Diantaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sudah digelar pada bulan Januari, dilanjutkan upacara ayak abu, upacara bebersih alter dan mandi rupang, sembahyang serta Imlek dan festival kreasi Lampion.

Untuk Bulan Februari ini, rangkaian acara Cap Go Meh dimulai dengan melukis massal yang diikuti oleh 24 pelukis yang melukis di atas kanvas sepanjang 40 meter.

Selain itu, masih dalam rangkaian acara Cap Go Meh, digelar Bazar Buah Sehat dengan Vegetarian bertempat di Vihara Dhanagun.

Arifin menjelaskan, Cap Go Meh merupakan puncak acara perayaan Tahun Baru Imlek yang dilaksanakan setelah 15 hari perayaan. “Tradisi perayaan tahun baru ini bisanya disertai dengan upacara syukuran terhadap berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa pada tahun sebelumnya.

Menurut tradisi Tionghoa, sehabis Cap Go Meh berakhirlah seluruh perayaan Imlak,” ujarnya.

Ia mengatakan, pesta rakyat Cap Go Meh menjadi sangat merakyat karena dilakukan di ruang publik dan sebetulnya merupakan ungkapan syukur dari seluruh masyarakat atas berkah yang telah diterima.

Menurut Arifin, kekuatan dari pesta rakyat Cap Go Meh yang diselenggarakan oleh Vihara Dhanagun bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor ini ditandai dengan bertemunya berbagai kebudayaan di nusantara dan berbagai etnis dan suku yang ada di Indonesia. “Kegiatan ini dikenal dengan nama “Street Festival”, karena pertunjukkan berbagai kebudayaan dan keragaman digelar di sepanjang jalan Suryakencana,” ujarnya. (yan/met)